Princess Naky

Princess Naky | www.princessnaky.blogspot.com

selamat datang

ORGAN PENCERNAAN PADA MANUSIA

Digestive system diagram numbered.svg

Diagram sistem pencernaan

  1. Kelenjar ludah
  2. Parotis
  3. Submandibularis (bawah rahang)
  4. Sublingualis (bawah lidah)
  5. Rongga mulut
  6. Faring
  7. Lidah
  8. Esofagus
  9. Pankreas
  10. Lambung
  11. Saluran pankreas
  12. Hati
  13. Kantung empedu
  14. duodenum
  15. Saluran empedu
  16. Kolon
  17. Kolon transversum
  18. Kolon ascenden
  19. Kolon descenden
  20. Ileum
  21. Sekum
  22. Appendiks
  23. Rektum
  24. Anus
Ekresi: proses pembebasan sisa-sisa metabolisme dari dalam tubuh
Sekresi: proses pengeluaran zat sisa berupa hormon
Defikasi: proses pengeluaran zat sisa dalam proses pencernaan

Fungsi kantong udara pada burung :

- membantu pernafasan terutama saat terbang

- menyimpan cadangan udara (oksigen)

- memperbesar atau memperkecil berat jenis pada saat burung berenang

- mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu banyak


Kelenjar Pituitary di sebut sebagai master of glands karena dapat menghasilkan berbagai hormon yang berfungsi mengatur kerja kelenjar endokrin lainnya/mempengaruhi kegiatan kelenjar lainnya.

SISTEM PERNAFASAN MANUSIA

Bronkhitis atau radang paru-paru adalah kondisi di mana lapisan bagian dalam dari saluran pernapasan di paru-paru yang kecil (bronchiolis) mengalami bengkak.

Bernapas meliputi dua proses yaitu menarik napas atau memasukkan udara pernapasan dan mengeluarkan napas atau mengeluarkan udara pernapasan. Menarik napas disebut inspirasi dan mengeluarkan napas disebut ekspirasi.
Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.
Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-paru mengembang.
Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam, akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati saluran pernapasan.
Pertemuan sperma dan ovum (fertilisasi) terjadi pada saluran falopii menghasilkan zygot. Zygot tersebut tumbuh menjadi embrio. Embrio akan berkembang menjadi fetus dan akhirnya lahir sebagai bayi.
Embrio memperoleh zat makanan dari induknya melalui plasenta. Penghubung antara plasenta dengan embrio adalah tali pusat. Untuk melindungi embrio dari benturan terdapat cairan yang disebut air ketuban.

proses pencernaan pada sapi:
Rumen -> retikulum -> omasum -> atomasum
rumput/ daun-daunan dikunyah sekadarnya serta dicampur air ludah, lalu di telan ke esofagus. Dari esofagus, makanan masuk ke rumen, di rumen terjadi pencernaan protein dan polisakarida serta fermentasi selulosa oleh enzim selulase. Di Retikulum, makanan di bentuk menjadi gumpalan-gumpalan kasar disebut bolus. pada saat sapi beristirahat, bolus yang di simpan sedikit demi sedikit dikeluarkan dari retikulum untuk dikunyah lagi. Sesudah itu di telan lagi masuk ke retikulum, lalu ke omasum, dan selanjutnya ke abomasum. Di abomasum ini terjadi pencernaan yang sebenarnya oleh enzim pencernaan.

proses pembentukan urine:
filtrasi (penyaringan) -> reabsorpsi (penyerapan kembali) -> augmentasi (pengeluaran zat)
Filtrasi: ketika darah masuk ke glomerulus, tekanan darah menjadi tinggi sehingga mendorong air dan komponen2 yang tidak dapat larut melewati pori-pori endotelium kapiler, glomerulus, kemudian menuju membran dasar, dan melewati lempeng filtrasi lalu masuk ke dalam ruang kapsul bowman.
Reabsorpsi: terjadi secara transpor aktif dan transpor pasif. Urin primer masuk dari glomerulus ke tubulus kontortus proksimal. urin primer ini bersifat hipotonis di banding plasma darah. Augmentasi: urin sekunder dari tubulus kontortus distal akan turun menuju tubulus pengumpul. pada tubulus pengumpulan ini masih terjadi penyerapan ion dan urea sehingga terbentuklah urin sesungguhnya.

Karbohidrat: sebagai sumber energi
Protein: sebgai penghasil energi
Lemak: Sebagai sumber energi
Vitamin: Katalisator (pemercepat reaksi kimia dalam tubuh)